Makalah Keragaman Perkembangan Fisik Motorik



KERAGAMAN PERKEMBANGAN FISIKMOTORIK

Diajukan untuk memenuhi tugas mata  perkembangan peserta didik



Disusun Oleh:
Firda Fauziah ( 2109140001 )
Gilang Nugraha ( 2109140013 )
Nurul Dewi Hanifa ( 2109140030 )



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan karuni-Nya serta Taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Keragaman Perkembangan Fisik Motorik dengan baik meskipun banyak kekurangan di dalamnya. Dan juga kami berterima kasih kepada Dosen mata kuliah Perkembangan Peserta didik yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Keragaman Perkembangan Fisik Motorik. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini terdapat kekurangan yang jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu,kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam kata-kata yang kurang berkenan.
                  

Ciamis,    Mei 2015

   Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Manusia dalam tumbuh kembangnya memiliki beberapa tahapan. Manusia tidak semerta merta langsung menjadi dewasa, namun berproses dari bayi , anak-anak , remaja , dewasa dan lansia pada akhirnya meninggal.
Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia meliputi beberapa aspek perkembangan yaitu : kognitif,psikologis, fisik motorik , bahasa dan sosial emosional. Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang perkembangan fisik motorik pada peserta didik.
Perkembangan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui pusat kegiatan pusat saraf  , urat saraf dan otot yang terkoordinasi .pemberian stimulus pada anak  pada aspek fisik motorik juga dapat mempengaruhi aspek-aspek perkembangan yang lainnya , agar perkembangan anak dapat berjalan dengan baik dan anak tidak mengalami kekurangan stimulasi maka penulis membahas tentang perkemangan fisik motorik.
1.2  Perumusan Masalah,
1. Bagaimana perkembangan fisik-motorik yang terjadi pada masa anak-anak ?
2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik-motorik ?
1.3 Tujuan
1.  Untuk mengetahui perkembangan fisik-motorik yang terjadi pada masa anak-anak.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik motorik.
BAB II
PEMBAHASAN

1. Perkembangan Fisik
Pertumbuhan fisik pada masa ini lambat dan relatif seimbang. Peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. Peningkatan berat badan anak terjadi terutama karena bertambahnya ukuran sistem rangka, otot dan ukuran beberapa organ tubuh lainnya.
2. Perkembangan Motorik
Perkembangan fisik sangat berkaitan erat dengan perkembangan motorik anak. Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord. Perkembangan motorik meliputi dua tahapan yaitu motorik kasar dan motorik halus.
• Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya.
• Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal.
Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis atau kematangan fisik anak, Teori yang menjelaskan secara detail tentang sistematika motorik anak adalah Dynamic System Theory yang dikembangkan Thelen & whiteneyerr. Teori tersebut mengungkapkan bahwa untuk membangun kemampuan motorik anak harus mempersepsikan sesuatu di lingkungannya yang memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu dan menggunakan persepsi mereka tersebut untuk bergerak. Kemampuan motorik merepresentasikan keinginan anak. Misalnnya ketika anak melihat mainan dengan beraneka ragam, anak mempersepsikan dalam otaknnya bahwa dia ingin memainkannya. Persepsi tersebut memotivasi anak untuk melakukan sesuatu, yaitu bergerak untuk mengambilnya. Akibat gerakan tersebut, anak berhasil mendapatkan apa yang di tujunya yaitu mengambil mainan yang menarik baginya.
Teori tersebut pun menjelaskan bahwa ketika bayi di motivasi untuk melakukan sesuatu, mereka dapat menciptakan kemampuan motorik yang baru, kemampuan baru tersebut merupakan hasil dari banyak factor, yaitu perkembangan system syaraf, kemampuan fisik yang memungkinkannya untuk bergerak, keinginan anak yang memotivasinya untuk bergerak, dan lingkungan yang mendukung pemerolehan kemampuan motorik. Misalnya, anak akan mulai berjalan jika system syarafnya sudah matang, proposi kaki cukup kuat menopang tubuhnya dan anak sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya.
Perkembangan Motorik Kasar dan Motorik Halus
  1. Perkembangan Motorik Kasar
Tugas perkembangan jasmani berupa koordinasi gerakan tubuh, seperti berlari, berjinjit, melompat, bergantung, melempar dan menangkap,serta menjaga keseimbangan. Kegiatan ini diperlukan dalam meningkatkan keterampilan koordinasi gerakan motorik kasar. Pada anak usia 4 tahun, anak sangat menyenangi kegiatan fisik yang menantang baginya, seperti melompat dari tempat tinggi atau bergantung dengan kepala menggelantung ke bawah. Pada usia 5 atau 6 tahun keinginan untuk melakukan kegiatan tersebut bertambah. Anak pada masa ini menyenangi kegiatan lomba, seperti balapan sepeda, balapan lari atau kegiatan lainnya yang mengandung bahaya.
  1. Perkembangan Motorik Halus
Perkembangan motorik halus anak taman kanak-kanak ditekankan pada koordinasi gerakan motorik halus dalam hal ini berkaitan dengan kegiatan meletakkan atau memegang suatu objek dengan menggunakan jari tangan. Pada usia 4 tahun koordinasi gerakan motorik halus anak sangat berkembang, bahkan hampir sempurna. Walaupun demikian anak usia ini masih mengalami kesulitan dalam menyusun balok-balok menjadi suatu bangunan. Hal ini disebabkan oleh keinginan anak untuk meletakkan balok secara sempurna sehingga kadang-kadang meruntuhkan bangunan itu sendiri. Pada usia 5 atau 6 tahun koordinasi gerakan motorik halus berkembang pesat. Pada masa ini anak telah mampu mengkoordinasikan gerakan visual motorik, seperti mengkoordinasikan gerakan mata dengan tangan, lengan, dan tubuh secara bersamaan,antara lain dapat dilihat pada waktu anak menulis atau menggambar.
Perkembangan fisik sangat berkaitan erat dengan perkembangan motorik anak. Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord..
• Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya.
• Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal.
Berikut tahapan-tahapan perkembangannya:
Usia 1-2 tahun
Motorik Kasar
Motorik Halus
•merangkak
• berdiri dan berjalan beberapa langkah
•berjalan cepat
• cepat-cepat duduk agar tidak jatuh
• merangkak di tangga
• berdiri di kursi tanpa pegangan
• menarik dan mendorong benda-benda berat
• melempar bola
• mengambil benda kecil dengan ibu jari atau telunjuk
• membuka 2-3 halaman buku secara bersamaan
• menyusun menara dari balok
• memindahkan air dari gelas ke gelas lain
• belajar memakai kaus kaki sendiri
• menyalakan TV dan bermain remote
• belajar mengupas pisang
Usia 2-3 tahun
Motorik Kasar
Motorik Halus
• melompat-lompat
• berjalan mundur dan jinjit
• menendang bola
• memanjat meja atau tempat tidur
• naik tangga dan lompat di anak tangga terakhir
• berdiri dengan 1 kaki
• mencoret-coret dengan 1 tangan
• menggambar garis tak beraturan
• memegang pensil
• belajar menggunting
• mengancingkan baju
• memakai baju sendiri
Usia 3-4 tahun
Motorik Kasar
Motorik Halus
• melompat dengan 1 kaki
• berjalan menyusuri papan
• menangkap bola besar
• mengendarai sepeda
• berdiri dengan 1 kaki
• menggambar manusia
• mencuci tangan sendiri
• membentuk benda dari plastisin
• membuat garis lurus dan lingkaran cukup rapi
Usia 4-5 tahun
Motorik Kasar
Motorik Halus
• menuruni tangga dengan cepat
• seimbang saat berjalan mundur
• melompati rintangan
• melempar dan menangkap bola
• melambungkan bola
• menggunting dengan cukup baik
• melipat amplop
• membawa gelas tanpa menumpahkan isinya
• memasikkan benang ke lubang be

Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Anak – anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya. Untuk memperhalus ketrampilan – ketrampilan motorik, anak – anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping itu, anak – anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal, seperti senam, berenang, dll.
Beberapa perkembangan motorik (kasar  maupun halus) selama periode ini, antara lain :
a). Anak Usia 5 Tahun
–        Mampu melompat dan menari
–        Menggambarkan orang yang terdiri dari kepala, lengan dan badan
–        Dapat menghitung jari – jarinya
–        Mendengar dan mengulang hal – hal penting dan mampu bercerita
–        Mempunyai minat terhadap kata-kata baru beserta artinya
–        Memprotes bila dilarang apa yang menjadi keinginannya
–        Mampu membedakan besar dan kecil
b). Anak Usia 6 Tahun
–        Ketangkasan meningkat
–        Melompat tali
–        Bermain sepeda
–        Mengetahui kanan dan kiri
–        Mungkin bertindak menentang dan tidak sopan
–        Mampu menguraikan objek-objek dengan gambar
c). Anak Usia 7 Tahun
–        Mulai membaca dengan lancar
–        Cemas terhadap kegagalan
–        Peningkatan minat pada bidang spiritual
–        Kadang Malu atau sedih
d). Anak Usia 8 – 9 Tahun
–        Kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat
–        Mampu menggunakan peralatan rumah tangga
–        Ketrampilan lebih individual
–        Ingin terlibat dalam sesuatu
–        Menyukai kelompok dan mode
–        Mencari teman secara aktif.
e). Anak Usia 10 – 12 Tahun
–        Perubahan sifat berkaitan dengan berubahnya postur tubuh  yang berhubungan dengan pubertas mulai tampak
–        Mampu melakukan aktivitas rumah tangga, seperti mencuci, menjemur pakaian sendiri , dll.
–        Adanya keinginan anak unuk menyenangkan dan membantu orang lain
–        Mulai tertarik dengan lawan jenis. 
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik-motorik anak
Fisik :
a.       Faktor kematangan
Kematangan atau maturity adalah kesiapan fungsi-fungsi baik fisik maupun psikis untuk elakukan aktifitas tanpa memerlukan stimulus dari luar. Misalnya proses anak belajar duduk, merangkak, berjalan atau bercakap-cakap. Proses –proses dia atas tidak akan menunjukan hasil yang maksimal bila anak belum mencapai kematangannya.
b.      Faktor Keturunan Tinggi Tubuh
Orang tua yang tinggi , cenderung memiliki keturunan yang tinggi demikian pula orang tua yang pendek , cenderung memiliki anak yang pendek pula. Namun tinggi tubuh seseorang tidak dapat diramalkan secara tepat, karena faktor lingkungan ,gizi , kesehatan mempunyai pengaruh pula pada hal itu.
c.       Kecepatan Pertumbuhan
Kecepatan Pertumbuhan ternyata juga merupakan sifat yang diturnkan. Penelitian –penelitian pada kembar identik memperlihatkan bahwa haid pertama yang di alami kembar identik perempuan terjadi pada usia yang sama. Demikian pula pada perempuan kakak-beradik, haid mereka pada usia yang tidak begitu bereda.
Motorik :
Motorik anak perlu dilatih agar dapat berkembang dengan baik.perkembangan motorik anak berhubungan erat dengan kondisi fisik dan intelektual anak.  Perkembangan motorik anak berlangsung secara bertahap tapi memiliki alur kecepatan perkembangan ang berbeda pada setiap anak . faktor  yang mempengaruhi perkembangan motorik , antara lain :
a.       Kesiapan anak untuk belajar, baik secara fisik maupun psikis
b.      Motivasi anak untuk belajar
c.       Kesempatan untuk berlatih dalam hal ini adalah waktu luang.
d.      Kesempatan untuk belajar. Sebagian anak tidak punya kesempatan belajar karena orang tuaa terlalu protektif
e.       Bimbingan , terutama koreksi diperlukan ketika anakmelakukan kesalahan.
f.       Setiap keterampilan harus dipelajari secara khusus. Misalnya cara memegang pensil tidak sma dengan memegang sendok.
g.      Setiap keterampilan harus dipelajari satu persatu
Tidak bijaksana bila guru mengajarkan anak beberapa keterampilan sekaligus, akarena akan membuat anak menjadi bingung. Terutama bila berkaittan dengan koordinasi otot yang sama misalnya mengajari anak makan dengan menggunakan sendok dan garpu , mengelap piring serta meronce. Beri kesempatan pada anak untuk menguasai salah satu keterampilan dulu , baru ajarkan keterampilan berikutnya .



















BAB III
PENUTUP

 Kesimpulan
Perkembangan fisik sangat berkaitan erat dengan perkembangan motorik anak. Perkembangan motorik meliputi dua tahapan yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. 
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik-motorik : fisik : faktor kematangan, faktor keturunan tinggi tubuh,  kecepatan pertumbuhan. Mototrik : kesiapan anak untuk belajar, baik secara fisik maupun psikis, motivasi anak untuk belajar, kesempatan untuk berlatih dalam hal ini adalah waktu luang, kesempatan untuk belajar. Sebagian anak tidak punya kesempatan belajar karena orang tuaa terlalu protektif, bimbingan , terutama koreksi diperlukan ketika anakmelakukan kesalahan, setiap keterampilan harus dipelajari secara khusus, misalnya cara memegang pensil tidak sma dengan memegang sendok, setiap keterampilan harus dipelajari satu persatu.




DAFTAR PUSTAKA
Dr. Sugiyanto, dkk. Perkembangan dan Belajar Motorik. Departemen pendidikan dan kebudayaan direktorat jenderal pendidikan dasar dan menengah.
Dr, Prof. Gunarm D, Singgih. Dasar dan Teori Perkembangan Anak: PT BPK Gunung Mulia.

Komentar